Penangkapan Tuyul Hebohkan Warga Kramatjati

Warga Jl Batu Tumbuh, RT 01 RW 06, Kelurahan Kramatjati Kecamatan Kramatjati, digegerkan dengan kabar ditangkapnya tuyul. Warga meyakini tuyul tersebut yang menyebabkan uang yang mereka simpan menjadi berkurang selama ini.

“Warga di sini sering mengeluh kehilangan uang secara misterius, bahkan saya beberapa kali pernah kehilangan (uang) secara misterius juga,” kata Awaludin (30), salah seorang warga sekitar saat ditemui wartawan di kediamannya di Jl Batu Tumbuh, Selasa (19/1/2011) malam.

Dia mencontohkan, pekan lalu dia mengaku kehilangan duit sebesar Rp 300 ribu yang disimpannya di dalam lemari baju. Padahal sebelumnya dia dan istrinya menyimpan Rp 1,5 juta.

“Pagi-pagi istri saya nyangka saya ambil uang simpanan Rp 300 ribu, karena uang yang ada cuma Rp 1,2 juta. Saya bingung siapa yang ambil,” tuturnya.

Awal, sapaan akrab Awaludin, menuturkan bukan hanya uang yang disimpan di lemari saja yang raib secara misterius.

“Kadang uang didalam dompet juga hilang. Kadang Rp 100 ribu kadang Rp 50 ribu. Anehnya, enggak semua uang diambil,” kata Awal.

Penangkapan sosok mahluk halus tersebut, ujar Awal, dilakukan sepupunya Indra (38) dan kakak kandungnya Wahyumi (40), Senin (17/10/2011) malam. Namun, dia mengaku tidak begitu mengingat bagaimana cerita di balik penangkapan tuyul tersebut.

Senada dengan Awal, warga lainnya Iwan (33) mengaku sering kehilangan uang. Hal itu sudah ia rasakan sejak pertengahan tahun 2010 lalu.

“Waktu mau bayar makanan saya lihat dompet saya jadi tipis. Dihitung ternyata uangnya hilang Rp 550 ribu, padahal sebelumnya saya hitung ada Rp 800 ribu,” ujar Iwan.

Pantauan detikcom, puluhan warga berbondong-bondong mendatangi rumah yang didiami Awal dan neneknya Niah (65) untuk melihat penampakan tuyul yang dikabarkan tertangkap dan berada di dalam botol bening bekas air mineral.

Berkali-kali diamati, botol yang disebut-sebut berisi tuyul hanyalah botol kosong. Namun warga meyakini jika di dalam botol tersebut terdapat tuyul yang selama ini mencuri uang mereka.