Cara Berenang yang Benar dan Sehat

Berenang memang menyehatkan. Tapi, jangan asal berenang karena justru bisa mendatangkan penyakit. Tidak hanya di kolam, berenang di pantai pun tetap memberikan manfaat serupa. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

Berenang tidak hanya bisa memberikan manfaat kesehatan secara fisik, seperti melatih ketahanan stamina, kekuatan otot, memperlancar kerja otot jantung, menurunkan berat badan, dan membakar kalori tubuh.

Namun olahraga ini juga juga memberikan manfaat secara emosional, seperti meditasi, mengistirahatkan pikiran, melatih pengaturan waktu, mengembangkan jiwa spotif, dan meningkatkan rasa kepercayaan diri.

Jika ingin mendapatkan hasil optimal dari olahraga ini dan terhindar dari recreational water illnesses (RWIs) maka lakukan cara berenang yang sehat dengan memperhatikan tips berikut, Rabu (19/1/2011):

1. Hindari berenang di pantai setelah hujan deras. Hujan membawa polutan dari jalan, taman, dan pertanian, sebelum masih ke dalam sungai yang bermuara di laut. Karena itu, jumlah bakteri pasti meningkat sehingga berisiko menimbulkan penyakit. Sebaiknya, tunggu selama 1-3 hari sebelum berenang di pantai atau laut.

2. Jangan berenang di air berbau, berwarna, dan tampak aneh, karena merupakan pertanda ada yang tidak beres dengan air tersebut.

3. Ikuti petunjuk dalam papan pengumuman di pantai. Jika ada sesuatu yang kurang aman atau berisiko membahayakan kesehatan, pasti akan ada pengumuman di papan tersebut.

4. Hindari meminum air laut dan kolam, atau membenamkan kepala, jika tidak yakin dengan kualitas airnya, misalnya mengandung bakteri atau alga yang membahayakan kesehatan.

5. Jangan berenang jika memiliki luka terbuka atau infeksi karena bisa menyebar ke air dan orang lain yang berenang di tempat tersebut.

6. Gunakan fasilitas toilet yang sepantasnya. Jangan membilas toilet dengan air sembarangan untuk menghindari risiko penyebaran kuman lewat air tidak bersih untuk membilas toilet. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktivitas di toilet untuk menghentikan persebaran kuman di air kolam atau pantai.

7. Ajak anak untuk buang air di kamar mandi secara teratur, setiap 30-60 menit, sehingga mereka tidak menggunakan sembarang air untuk membersihkan diri. Atau agar anak tidak sembarangan buang air di kolam atau pantai tempat berenang.

8. Jangan memaksakan berenang jika kondisi kesehatan kurang baik, terutama jika mengalami gejala gangguan perut, seperti diare dan mual. Atau, jangan berenang hingga 2 minggu setelah diare. Orang lain akan berisiko tertular bakteri penyakit ini. Ingatlah bahwa bakteri bisa hidup di air kolam hingga berhari-hari.

9.Buang air besar dan sampah di tempat yang sudah disediakan. Jangan buang air besar atau mmbuang bekas popok sekali pakai di dekat tempat orang biasa berenang karena bisa menyebarkan peyakit. Gantilah popok anak di tempat yang sudah disediakan, jangan di dekat tempat berenang agar kuman dari popok yang kotor tidak menyebar ke air kolam atau pantai. Jangan lupa bersihkan anak dengan menggunakan sabun sebelum kembali berenang.

10.Hindari berenang di air yang tenang, tanpa riak, dan hangat, atau di sebelah saluran air terjun, karena merupakan tempat yang paling cocok untuk perkembangbiakan bakteri, alga, dan amuba penyebab meningitis.

Lokasi Bercinta Favorit selain dikamar

Lupakan kamar tidur untuk memenuhi hasrat birahi Anda? Nyatanya, dapur pun bisa menjadi lokasi menarik untuk merangsang hasrat seksual pasangan.

Anda boleh percaya dan mempraktikkannya. Pasalnya, sebanyak 48 persen partisipan dari survei yang dilakukan Cosmopolitan senang memanfaatkan dapur sebagai lokasi strategis berhubungan intim.

Dari sejumlah 1.500
partisipan, terdapat 34 persen yang berani “nekat”. Pasalnya mereka bercinta di kamar milik orang tuanya. Tak hanya itu saja, Bahkan, sebesar 80 persen wanita memilih bercinta di mobil bersama pasangannya. Posisi bercinta dan tempat bercinta yang menantang membuat ajang bercinta menjadi penuh dengan debar hati tak menentu.

Sedangkan 82 persen lainnya, memilih bercinta di bawah kucuran shower ataupun bercinta di dalam bathtub. Berendam di bathtub yang telah diisi air hangat dapat membuat Anda dan pasangan meraih puncak malam romantis.

Sensasi air hangat yang menggelitik kulit, ditambah cumbuan dari si dia makin membuat pengalaman bercinta terasa beda. Anda dan pasangan pun akan merasa lebih rileks saat membenamkan tubuh di dalam bathtub air hangat. Momen ini semakin menggoda jika Anda melancarkan aksi saling memijat bersama pasangan.

Nah, kalau Anda suka lokasi yang mana?

Lokasi Terfavorit
1. mobil
2. di kamar mandi(shower/bathub)
3. kamar Ortu
4. dapur
5. ruang tamu
6. ruang makan
7. kolam renang
8. kantor
9. taman

(lokasi di atas merupakan lokasi yg dapat memberikan sensasi tersendiri dalam bercinta)

ada yang mau tambahin lagi?