Mari memusatkan Perhatian Ke Afrika selatan

LUPAKAN semua kehebohan yang tidak produktif. Saatnya konsentrasi kita tujukan kepada sebuah tontonan yang berkualitas dan menghibur. Sebuah tontonan yang menggambarkan perjuangan dan kerja keras untuk mencapai ketenaran dan kejayaan.

Selama sebulan pesta sepak bola akan digelar di Afrika Selatan. Pesta itu mulai bergulir hari Jumat malam ini saat kesebelasan tuan rumah Afsel menghadapi Meksiko di Grup A. Setelah itu kita akan menyaksikan pertarungan antara dua raksasa sepak bola yang pernah dua kali menjadi juara dunia yakni Perancis dan Uruguay.

Sebanyak 32 negara akan saling unjuk kemampuan untuk menjadi negara sepak bola terbaik di dunia. Semua negara peserta sudah berada Afsel untuk memertontonkan hasil latihan yang sudah mereka lakukan selama ini.

Semua negara peserta mencoba untuk membawa para pemain terbaik yang mereka miliki. Namun suratan takdir membuat beberapa di antara mereka harus mengubur mimpinya.

Nasib nahas antara lain dialami kapten Inggris Rio Ferdinand. Bersama seluruh rekannya, ia sudah tiba di Afsel. Namun dalam latihan bersama, Ferdinand mengalami cedera lutut yang parah. Otot lutut pemain asal Manchester United itu robek saat kakinya tertindih rekannya Emile Heskey yang ia coba jatuhkan.

Tentu tidak ada niatan Heskey untuk mencederai Ferdinand. Tetapi itulah kenyataan yang harus diterima dan Ferdinand harus mengubur seluruh mimpinya untuk bisa merasakan berlaga di ajang kompetisi paling bergengsi di dunia itu. Di usianya yang sudah 31 tahun, tertutup sudah peluang Ferdinand untuk bisa berlaga empat tahun yang akan datang.

Cedera pemain merupakan momok yang paling ditakuti. Jerman misalnya harus kehilangan kapten kesebelasan Michael Ballack yang cedera saat membela klubnya, Chelsea merebut Piala FA. Penyerang Belanda Arjen Robben harus berjuang memulihkan cedera otot paha yang dialami saat mengikuti uji coba terakhir tim nasionalnya menghadapi Hongaria.

Meski demikian tetap diyakini ajang Piala Dunia 2010 tidak akan kehilangan pamor. Bahkan diperkirakan bintang-bintang baru akan lahir dalam pesta olahraga yang selalu membuat demam masyarakat dunia ini.

Nyaris tidak ada negara yang tidak membicarakan soal Piala Dunia 2010 sekarang ini. Apalagi untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia digelar di Benua Hitam.

Dengan ditunjuknya Afsel menjadi tuan rumah, semakin runtuhlah mitos bahwa Piala Dunia hanya bisa digelar di Eropa dan Amerika Latin. Setelah sebelumnya Amerika Serikat dan kemudian Jepang dan Korea Selatan, tinggal satu benua yang belum pernah mendapat giliran menjadi tuan rumah Piala Dunia yaitu Australia.

Memang tidak mudah untuk bisa dipercaya menjadi tuan rumah pesta olahraga yang paling diminati umat manusia di dunia ini. Bukan hanya sekadar besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk membangun segala macam prasarana, tetapi kesiapan dari masyarakatnya untuk menciptakan suasana festival maupun kesebelasan yang tangguh agar tidak menjadi bulan-bulan tim tamu.

Seluruh warga bangsa Afsel sudah siap untuk menjadi tuan rumah pesta empat tahunan tersebut. Suasana pesta sudah dirasakan sejak seminggu terakhir ini dan puncaknya ketika kemarin kesebelasan kesayangan mereka diarak keliling kota Johannesburg.

Memang sempat muncul beberapa insiden yang mencoreng muka bangsa Afsel. Beberapa aksi perampokan dan pencurian yang harus dialami oleh beberapa wartawan asing maupun pemain tim nasional Yunani.

Namun secara keseluruhan kita harus memberi acungan jempol kepada bangsa Afsel atas kerja keras yang telah mereka lakukan. Di tengah segala keterbatasannya sebagai negara yang baru 20 tahun merdeka, mereka telah mampu menyelenggarakan sebuah perhelatan akbar.

Segala kekurangan kecil yang terjadi tidak harus merusak keberhasilan besar yang telah mereka capai. Semua negara di dunia seharusnya bisa belajar kepada Afsel bahwa dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Ketika ada kemauan, pasti selalu akan ada jalan.

Tentunya kita berharap selama satu bulan ke depan tidak ada gangguan yang berarti. Ancaman terorisme yang sempat muncul, kita harapkan tidak pernah akan terjadi.

Selama sebulan ke depan, kita berharap bisa menikmati tontonan yang bermutu. Kita mengharapkan kompetisi ini tidak hanya melahirkan bintang-bintang baru, tetapi menghasilkan tim terbaik yang keluar sebagai juara dunia

One thought on “Mari memusatkan Perhatian Ke Afrika selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s