Sebanyak 88.401 peserta telah dinyatakan lulus dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010.

Sebanyak 88.401 peserta telah dinyatakan lulus dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010. Padahal, daya tampung PTN 89.355, sehingga 954 kursi saat ini masih kosong. Pengisian bangku kosong diserahkan ke tiap-tiap PTN.

Demikian diungkapkan Ketua Panitia SNMPTN 2010 Herry Suhardiyanto, saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Kamis (15/7). Nilai peserta SNMPTN tahun ini di atas rata-rata 69, 51 untuk IPA dan 66,56 untuk IPS. Ada 58.120 orang yang nilainya di atas rata-rata, namun sayangnya kalah bersaing memperebutkan program studi yang diminati. “Mereka pandai tapi kalah bersaing, akhirnya tidak diterima di mana-mana,” ungkap Herry.

Anak-anak pandai yang tidak lulus seleksi SNMPTN itu, lanjutnya, disebabkan menumpuk pada pilihan yang banyak diminati. Program studi yang masih diminati untuk IPA, yaitu pendidikan dokter, teknik kimia, farmasi, teknik industri, teknik elektro, teknologi dan industri. Sementara itu, untuk program studi yang diminati di IPS, yaitu hubungan internasional, akuntansi, komunikasi, psikologi, manajemen, administrasi negara, dan ilmu ekonomi.

“Pengumuman peserta yang lulus SNMPTN tanggal 17 Juli 2010 pukul 00.00 WIB di situs SNMPTN, tiap panitia lokal dan media cetak,” terang Herry.

Dibandingkan tahun lalu, peserta SNMPTN meningkat 8,48 %. Tahun lalu peserta yang medaftar 412.248 orang, tahun ini 412.248 orang. Namun, yang berhasil terseleksi kelengkapan data sebanyak 367.909 orang. Sebanyak 142.731 orang terseleksi untuk jurusan IPA dan 169.549 untuk jurusan IPS dan 134.921 orang untuk jurusan IPC. “Rangkaian masuk 2010 dapat dilaksanakan dengan baik, yang krusial adalah menentukan kelulusan,” papar Herry.

Penyelenggaraan SNMPTN tahun ini juga tidak luput dari kecurangan. Berdasarkan data panitia SNPTN, sebanyak 1.608 orang dinyatakan melakukan kecurangan dalam SNMPTN. Modus kecurangan yang terus terjadi di antaranya penggunaan telepon genggam dan joki. Bahkan, di Semarang tercatat 23 peserta kedapatan melakukan kecurangan dengan menyebarkan jawaban dengan telepon genggam dan satu orang terbukti melakukan praktik joki. “Kecurangan lebih kecil dari tahun lalu yang mencapai 3.000-an orang. Tahun ini hanya 0,36 persen dari total peserta yang dinyatakan curang,” jelas Herry.

Meski masih ditemukan kecurangan, Herry mengaku kecurangan tersebut berhasil digagalkan panitia. Peserta yang melakukan kecurangan didiskualifikasi. Sementara itu, bagi mahasiswa yang melakukan kecurangan akan diserahkan ke PTN masing-masing untuk diberi sanksi. Para PNS yang terbukti melakukan joki juga akan diberi sanksi kepegawaian. “Kalau ada mahasiswa IPB yang melakukan joki akan saya keluarkan,” tegas Herry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s