Putra Qadhafi Bergabung dengan Rakyat

Saiful Arab Qadhafi, putra bungsu Muammar Qadhafi dikabarkan telah bergabung dengan rakyat. Putra presiden Libya ini semula diperintahkan ayahnya untuk menumpas para demonstran di kawasan timur Libya, namun akhirnya membangkang perintah sang ayah dan bergabung dengan rakyat.

Menurut situs televisi al Alam mengutip sumber-sumber pemberitaan hari Kamis (24/2) melaporkan, Saiful Arab Qadhafi anak terkecil Muammar Qadhafi,  dikirim ke wilayah timur Libya untuk menumpas para demonstran yang menuntut lengsernya Muammar Qadhafi akhirnya memilih bergabung dengan rakyat.

Saiful Arab Qadhafi yang diperintahkan ayahnya bersama pasukan militer lengkap ke kota Benghazi dengan tujuan menumpas para demonstran beberapa jam lalu akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan barisan revolusioner rakyat Libya dan menyatakan berlepas tangan dari ayahnya.

Saiful Arab Qadhafi mengatakan, “Nasib ayahku kalau tidak bunuh diri, ia bakal lari ke Amerika Latin.”

“Hampir bisa dipastikan, berita-berita yang masuk ke kita masih bersumber dari berita asing dan media Barat. Masih minim ditemukan berita dari sumber media setempat atau laporan langsung,” ujarnya dari Tripoli.

Menurut Muhammad pemberitaan masalah Libya dinilai masih bias dan penuh dramatisasi berlebihan. Termasuk dilakukan media-media Arab sepertu Aljazeera dan alarabiya.

Menurut Muhammad, dua kota yang sekarang diberitakan jatuh ke tangan demonstran itu adalah kota yang selama ini ingin memisahkan diri dan bersenjata.

Saat ini Benghazi masih berada di bawah kendali demonstran oposan.Yang tak banyak diketahui orang, demonstran oposan di Benghazi sebagian bersenjata setelah banyak unsur tentara pemerintah di Benghazi yang membelot, gudang senjata dikuasai, bahkan termasuk tank-tank.

Benghazi adalah ibukota Libya sebelum Qadhafi berkuasa. Di kota itulah pusat pengikut raja Idris yang dulu dikudeta Qadhafi tahun 1969.  Sudah sejak lama sebagian penduduk Benghazi ingin memisahkan diri dari pemerintahan Qadhafi, sehingga ketika ada momen ‘tsunami’ demo di Timur Tengah,  dimanfaatkan oleh para oposan ini.

Menurut pantauan Muhammad,  jatuhnya korban dari sipil dan aparat keamanan adalah karena massa oposisi di Benghazi bersenjata, juga karena banyaknya sniper-sniper bermunculan.

“Entah bayaran pemerintah Libya, atau bayaran pemerintah Amerika,” ujar Muhammad.

Fakta ini didasarkan pada  pantauan beberapa hamasiswa Indonesia yang memiliki koresponden yang berasal dari warga Libya dari berbagai daerah dan distrik di Tripoli.

Namun umumnya, menurut Muhammad,  saat ini, kecuali Benghazi dan Baidha, kota Sirte, Sabha, Zawiyah, sudah dikuasai penuh pemerintah.

Pemerintah sudah menghimbau agar warga Libya kembali bekerja dan beraktivitas normal kembali.Termasuk internet dan jaringan telepon yang mulai berangsur-angsur normal.

Kemarin, Syeikh Lhamis Libya sempat mengecam fatwa Dr Yusuf Qaradhawi yang sebelumnya telah  menghalalkan “darah Qadhafi”. Menurut Lhamis, apa yang disampaikan Qaradhawi hanya didasarkan pada berita-berita bohong.

Sementara itu, beberapa pejabat utama dikabarkan makin banyak yang mundur. Hari Rabu kemarin, Youssef Sawani, ajudan senior Saiful Islam Qadhafi, salah satu putra Muammar Qadhafi, mengundurkan diri dari posisinya. Beberapa perwira militer juga dikabarkan telah bergabung dengan rakyat.

Sebagaimana diberitakan,  lebih 1.000 orang tewas  dibunuh pasukan dari Qadhafi. Sebanyak 130 tentara Libya telah menyatakan menolak menembaki demonstran

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s