Paket Promo Pulau Belitung Untuk Bulan November 2013

GambarPaket Promo Pulau Belitung 4 hari 3 malam,  Rp. 3.400.000.

Fasilitas dan akomodasi, include 
  1. Hotel sesuai pilihan, Jumlah kamar di sesuaikan dengan jumlah peserta–twin sharing, 3 malam type kamar standar
  2. Tiket Pesawat PP Jakarta – Belitung, Belitung – Jakarta
  3. Transportasi darat :
    •  APV / Avanza untuk jumlah peserta 1-6 peserta
    • Elf executive 12 / 14 / 17 seat full ac , di sesuaikan jumlah peserta
    • Bus pariwisata 25 / 29 seat full AC , di sesuaikan jumlah peserta ( > 20 peserta )
  4. Perahu boat tradisional untuk islands tour kap 8 / 15 / 25 / 30 penumpang yang di sesuaikan jumlah peserta
  5. Tour guide dari Jakarta Jasa Utama Travel team
  6. Breakfast 3 x
  7. Lunch 3 x
  8. Dinner 3 x
  9. Air Mineral
  10. Kuliner khas belitung — Mie belitung
  11. Minuman khas belitung — jeruk konci
  12. coffe break  2 x
  13. masuk tempat wisata free
  14. life jacket
  15. full day land tour
  16. Full day islands tour
  17. Peralatan snorkling
Iterarary Belitung 4 hari 3 malam
Day 1 –  walcome to Belitung 
Team kami akan menjemput di bandara Hs Hananjoedin Tanjungpandan ,kemudian kita akan merasakan kuliner khas pulau Belitung yaitu  – mie Belitung dan minuman jeruk konci- selanjutnya Cek in Hotel, pantai bukit berahu, pantai tanjung Tinggi ( pantai Laskar pelangi )  dan  dan diteruskan ke pantai Tanjung Pandan, sambil menunggu sunset kita akan coffe break dan snack., kembali ke hotel ,makan malam dikota tanjung pandan,istirahat dan selesai untuk hari ini —–free program.
 
Day 2 – Hoping Island  
 
Pukul 08.00 Di harapkan peserta sudah selasai makan pagi,— kemudian kita menuju ke pantai Tg.kelayang tempat penyebrangan untuk acara island tour  ( dengan boat nelayan tradisional ) kita akan menuju pulau gosong atau pulau pasir – —  disini kita akan bertemu dengan sekumpulan bintang laut yang dapat dijadikan property photography—-kemudian ke pulau Batu berlayar dan di teruskan kepulau burung —selanjutnya kita akan menuju pulau lengkuas-Yaitu pulau yang ada mercusuar di teruskan  makan siang  dengan menu utama ikan bakar  dan beristirahat , silahkan untuk naik mercusuar dan exploring di pulau lengkuas,untuk mengisi acara kita adakan sedikit pengenalan alat dan snorkeling, sehingga yang belum  pernah snorkeling bisa belajar sedikit disini, selanjutnya  kita akan snorkeling dikedalaman 2 meter di pandu oleh guide kami, setelah puas main  air, kita menuju pantai tanjung kelayang , coffe break  dan selanjutnya kembali ke hotel, beristirahat dan makan malam-free program
 
Day 3  : Laskar Pelangi Tour 
 
Laskar pelangi tour–pukul 08.00 peserta akan kami ajak untuk menuju daerah Gantung ( 90 km ) dari tanjung pandan untuk melihat Replika sekolah laskar pelangi-kemudian ke rumah baca Andrea Hirata-ke bendungan Pice-dilanjutkan ke kota Manggar untuk istirahat siang dan makan siang -setelah itu kita akan City tour kota Manggar ( dikenal dengan nama kota 1000 warung kopi ) dan menikmati kopi khas kota manggar yang terkenal nikmatnya-kemudian kita akan ke pantai lalang-Bukit samak ( eks perumahan PT Timah ) dan  kembali ke Kota Tanjungpandan, istirahat, dan menunggu sunset,  yang diperkiraakan sampai pada pukul 18.30-istirahat di hotel . City tour ( cari oleh2 di sekitar kota Tg.Pandan ) ,  makan malam , free program
 
Day 4  – Transfer Out
 
Setelah breakfast dan mencari oleh2 di kota tanjung pandan, musium Arkeologi  dan budaya Danau kaolin serta ke rumah adat belitung,dan selanjutnya kami akan antarkan  anda untuk menuju airport tanjung pandan untuk kembali ke Jakarta, seluruh kegiatan untuk paket tour selesai dilakukan – selamat jalan-semoga kembali lagi
 
Biaya Tour Belum Termasuk
- Obat- obatan
- Oleh-oleh
- Keperluan pribadi
- Tip guide
 
Untuk Konfirmasi Silahkan Hubungi Kami Jakarta Jasa Utama Travel 081284136689
Buruan  Tempat Terbatas……….

Paket Promo Desember Pulau Tidung

Pulau Tidung ini sangat nyaman untuk dijadikan tempat rekreasi bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pulau dengan biaya murah. Air lautnya bening dan hamparan pasir putih di tepi pantainya sangat indah untuk dinikmati. Belum lagi pesona sunrise dan sunset yang indah setiap harinya. Maka tidak heran jika pengunjung menyebut pulau ini sebagai surga baru atau new paradise bagi komunitas pecinta wisata air. Berbagai aktifitas seperti watersport diantaranya jetski, banana boat atau donat telah bisa dinikmati sementara tetap menyediakan tempat yang menarik untuk aktifitas utama seperti berenang dan memancing.

NO

JUMLAH PESERTA

PAKET 2D1N

1               >51    Orang Rp. 240.000
2            41 – 50 Orang Rp. 250.000
3            21 – 40 Orang Rp. 265.000
4            11 – 20 Orang Rp. 285.000
5              7 – 10 Orang Rp. 305.000
6               5 – 6  Orang Rp. 400.000
7               3 –  4 Orang Rp. 510.000
8                      2 Orang Rp. 670.000

Buruan hubungi kami di 02195544332 / 081584956787

Fasilitas yang di berikan :

-          Kapal Ferry PP Muara Angke – Pulau Tidung

-          Home stay dengan kamar AC

-          Welcome drink

-          Makan 3 X  secara prasmanan

-          Peralatan snorkeling (fin, masker,life jacket)

-          Kapal motor traditional untuk snorkeling

-          Sepeda sepuasnya

-          Guide Lokal yang akan menemani selama di Pulau Tidung

-          Barbeque ikan

-          Gratis spanduk untuk peserta > 40 orang

-          Gratis dokumentasi menggunakan kamera SLR untuk peserta >40 orang

ITENERARY ACARA

Hari Pertama

05.30 – 06.30  Peserta tiba di Pelabuhan Muara Angke

06.30 – 07.30  Persiapan untuk perjalanan laut

07.30 – 10.00  Perjalan kapal Muara Angke – Pulau Tidung

10.00 – 10.30  Tiba di Pelabuhan Pulau Tidung langsung menuju homestay

10.30 – 12.00  Acara bebas (Explore Pulau Tidung dengan sepeda atau istirahat)

12.00 – 12.30  Istirahat, sholat dan makan siang

12.30 – 13.00  Pembagian alat snorkeling

13.00 – 17.00  Snorkling di Pulau Air / Pulau Karang Beras / Pulau paying

17.00 – 18.00  Kembali ke Pulau Tidung (sunset di Jembatan Cinta atau langsung ke

homestay

18.00 – 19.00  Mandi dan makan malam di homestay

19.00 – 21.00  Acara bebas (foto-foto malam di Jembatan Cinta)

21.00 – 22.00  Bakar Ikan laut

22.00 – 05.30  Istirahat malam

Hari Kedua

05.30 – 07.00  Sunrise di Jembatan Cinta (bersepeda dan foto-foto)

07.00 – 08.00  Sarapan Pagi

08.00 – 10.00  Menyusuri Pulau Tidung atau bermain Water sport

10.00 – 11.00   Persiapan Pulang

11.00 – 11.30    Berkumpul di Pelabuhan Pulau Tidung dan persiapan perjalanan kapal

11.30 – 14.00    Perjalanan kapal Pulau Tidung – Muara Angke

14.00 – 14.30   Tiba di Muara Angke dan trip selesai

* Acara dapat di sesuaikan jika ada permintaan dari peserta

Buruan hubungi kami di 02195544332 / 081584956787

Paket Murah Wisata Pulau Tidung

paket murah pulau tidung

paket murah pulau tidung

Pulau Tidung adalah pusat kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Pulau ini di huni oleh lebih 3.000 Kepala Keluarga, dimana sebagian besar penduduknya nelayan. Disebelah Timur pulau ini terdapat Pulau Tidung Kecil. Kedua pulau ini tersambung oleh sebuah jembatan yang sangat indah. Kita bisa menyusuri jembatan itu sambil melihat ke bawah laut yang bening dengan pemandangan karang-karang dan ikan yang beraneka warna. Panjang jembatan sekitar 800 meter dimana saat  ini beberapa bagian jembatan sudah diganti dengan beton untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Keindahan terumbuh karang dan aneka ikan yang terdapat disana menggambarkan betapa masih terjaga dengan baik dari pengrusakan oleh manusia. Disini kita akan melihat keindahan bawah laut dengan menggunakan kapal motor kita akan di antar ke sekitar pulau tidung  melakukan snorkeling untuk menikmati aneka ikan yang bermain di terumbuh karang dimana kita juga dapat berinteraksi dengan ikan ikan tersebut.

            Pulau Tidung ini sangat nyaman untuk dijadikan tempat rekreasi bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pulau dengan biaya murah. Air lautnya bening dan hamparan pasir putih di tepi pantainya sangat indah untuk dinikmati. Belum lagi pesona sunrise dan sunset yang indah setiap harinya. Maka tidak heran jika pengunjung menyebut pulau ini sebagai surga baru atau new paradise bagi komunitas pecinta wisata air. Berbagai aktifitas seperti watersport diantaranya jetski, banana boat atau donat telah bisa dinikmati sementara tetap menyediakan tempat yang menarik untuk aktifitas utama seperti berenang dan memancing.

Untuk mencapai Pulau Tidung ada beragam transportasi laut yang dapat menjadi pilihan pengunjung, disertai dengan lokasi keberangkatannya. Yang paling popular adalah pemberangkatan menggunakan kapat Ferry (Ojek Laut) yang akan mengantarkan anda ke Pulau Tidung dari Pelabuhan Muara Angke yang di tempu dalam 2-3 jam kapal.

Paket Wisata

Paket Wisata yang kami tawarkan mempunyai beberapa pilihan :

1.     PAKET HEMAT (paket jalan – jalan)

 

NO

JUMLAH PESERTA

PAKET 2D1N

1              >51     Orang Rp. 230.000
2            41 – 50 Orang Rp. 240.000
3            21 – 40 Orang Rp. 250.000
4            11 – 20 Orang Rp. 260.000
5             7 – 10 Orang Rp. 280.000
6                5 – 6 Orang Rp. 360.000
7                3 – 4 Orang Rp. 470.000
8                      2 Orang Rp. 550.000

Buruan Hubungi kami di 02195544332 / 081584956787

Fasilitas yang di berikan :

-          Kapal Ferry PP Muara Angke – Pulau Tidung

-          Home stay dengan kamar AC

-          Welcome drink

-          Makan 3 X  secara prasmanan

-          Sepeda sepuasnya

-          Guide Lokal yang akan menemani selama di Pulau Tidung

-          Barbeque ikan

-          Gratis spanduk untuk peserta > 40 orang

-          Gratis dokumentasi menggunakan kamera SLR untuk peserta >40 orang

2.     PAKET REGULER (Paket Snorkling)

 

NO

JUMLAH PESERTA

PAKET 2D1N

1               >51    Orang Rp. 250.000
2            41 – 50 Orang Rp. 260.000
3            21 – 40 Orang Rp. 265.000
4            11 – 20 Orang Rp. 285.000
5              7 – 10 Orang Rp. 315.000
6               5 – 6  Orang Rp. 410.000
7               3 –  4 Orang Rp. 520.000
8                      2 Orang Rp. 680.000

Buruan Hubungi kami di 02195544332 / 081584956787

Fasilitas yang di berikan :

-          Kapal Ferry PP Muara Angke – Pulau Tidung

-          Home stay dengan kamar AC

-          Welcome drink

-          Makan 3 X  secara prasmanan

-          Peralatan snorkeling (fin, masker,life jacket)

-          Kapal motor traditional untuk snorkeling

-          Sepeda sepuasnya

-          Guide Lokal yang akan menemani selama di Pulau Tidung

-          Barbeque ikan

-          Gratis spanduk untuk peserta > 40 orang

-          Gratis dokumentasi menggunakan kamera SLR untuk peserta >40 orang

ITENERARY ACARA

Hari Pertama

05.30 – 06.30  Peserta tiba di Pelabuhan Muara Angke

06.30 – 07.30  Persiapan untuk perjalanan laut

07.30 – 10.00  Perjalan kapal Muara Angke – Pulau Tidung

10.00 – 10.30  Tiba di Pelabuhan Pulau Tidung langsung menuju homestay

10.30 – 12.00  Acara bebas (Explore Pulau Tidung dengan sepeda atau istirahat)

12.00 – 12.30  Istirahat, sholat dan makan siang

12.30 – 13.00  Pembagian alat snorkeling

13.00 – 17.00  Snorkling di Pulau Air / Pulau Karang Beras / Pulau paying

17.00 – 18.00  Kembali ke Pulau Tidung (sunset di Jembatan Cinta atau langsung ke

homestay

18.00 – 19.00  Mandi dan makan malam di homestay

19.00 – 21.00  Acara bebas (foto-foto malam di Jembatan Cinta)

21.00 – 22.00  Bakar Ikan laut

22.00 – 05.30  Istirahat malam

 

Hari Kedua

05.30 – 07.00  Sunrise di Jembatan Cinta (bersepeda dan foto-foto)

07.00 – 08.00  Sarapan Pagi

08.00 – 10.00  Menyusuri Pulau Tidung atau bermain Water sport

10.00 – 11.00   Persiapan Pulang

11.00 – 11.30    Berkumpul di Pelabuhan Pulau Tidung dan persiapan perjalanan kapal

11.30 – 14.00    Perjalanan kapal Pulau Tidung – Muara Angke

14.00 – 14.30   Tiba di Muara Angke dan trip selesai

* Acara dapat di sesuaikan jika ada permintaan dari peserta

Buruan Hubungi kami di 02195544332 / 081584956787

Kisah sedih seorang ayah (kisah nyata)

Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.

22 tahun yang lalu, …

Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

19 tahun yang lalu, …

Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee, Iya bisa terbang”. Begitulah dia memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak, “Iya sayaaang,” jika sudah terdengar suara “Prang”. Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?”

18 tahun yang lalu, ….

Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. “Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. “Horee, Iya jadi pemain bola.”

17 Tahun yang lalu, …

Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!”

15 tahun yang lalu, …

Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.

13 tahun yang lalu,

Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.

10 tahun yang lalu, …

Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya. “Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar.

Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. “Sabar ya, Nak!” hiburku. “Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!” pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.

7 tahun yang lalu, …

Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP.

Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.

4 tahun lalu, …

Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

3 tahun 6 bulan yang lalu, ..

Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia, kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.

2 tahun 6 bulan yang lalu, …

Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik?

Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku. “Bapak, Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya. “Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?” “Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!” Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.

2 tahun yang lalu, ….

Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sini. Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal.

“Kania?”
“Mas Har, kau … !”
“Kau … kau bunuh anakmu sendiri, Kania!”
“Iya? Dia..dia . Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku.
“Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar.”
“Tidak … tidaaak … ” Kania berlari ke arah jenazah anakku.

Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya “Terima kasih Mama.” Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.

Setahun lalu, …

Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, “Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.” Kamu tahu Kania, kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah begitu sayang?

Piring Kayu Untuk Ayah

Disebuah keluarga, ada seorang kakek tua yang hidup bersama anak, menantu dan seorang cucu laki-laki. Penglihatan si kakek sudah kabur. Ia sudah tidak dapat mendengar dengan baik. Lututnya sudah mulai bergetar.
Jika ia duduk dekat meja makan, ia tidak dapat lagi memegang sendok. Kadang-kadang ia lupa pula sup di atas taplak meja. Dari dalam mulutnya selalu saja sup itu mengalir lagi keluar.

Anak laki-laki dan menantu perempuannya merasa jijik dengan hal itu. Oleh sebab itu kakek tua itu akhirnya duduk sendirian di sudut, di belakang sebuah tungku api. Mereka memberi makan hanya dengan mangkok yang kecil. Ia sering tidak mendapat makan dan minum yang cukup dan tentu saja ia tetap
lapar dan haus. Ia melihat apa saja yang ada di meja makan dengan sedih, selanjutnya keluarlah air matanya.

Suatu ketika jemarinya yang sudah tua tidak dapat lagi memegang mangkuk. Mangkuk itu jatuh dan pecah. Menantu perempuannya mengumpat dan mencaci-maki. Tapi, kakek tua itu tidak berkata sedikit pun. Ia membiarkan
semuanya terjadi. Lalu Menantunnya itu membelikannya sebuah piring yang terbuat dari kayu dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kini dengan piring kayu itu kakek tua itu harus makan. Piring kayu ini dapat membuat si kakek tua lebih tenang karena tidak dapat pecah.

Suatu hari cucunya yang masih berumur empat tahun mengumpulkan batang-batang kayu di tanah.

“Apa yang sedang kamu buat, Nak ?” tanya ayahnya.

“Saya sedang membuat sebuah piring kayu ,” jawab anaknya polos, “dengan piring ini ayah dan ibu akan makan, jika nanti saya sudah besar.”

Sejurus kemudian ayah dan ibunya saling bertatapan dan mereka mulai menangis. Sejak kejadian itu mereka selalu memapah sang kakek tua ke meja makan, untuk makan bersama. Jika ia lapar atau haus, mereka segera membawakan makanan dan minuman untuknya. Mereka tidak berkata apa-apa, ketika sedikit saja makanan atau minuman tumpah ke lantai.

Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat bagi kita, bahwa seberapa menjengkelkan, menyebalkan bahkan lebih buruk dari itu perasaan kita thd orang tua kita…..ketahuilah bahwa mereka-lah orang yang telah melahirkan kita.